Pages

Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Oktober 2009

100%GRATIS NASA Mengungkap Nasib Apophis dan Bumi


Benarkah Apophis akan mengakhiri nasib Bumi tahun 2036? Kalau sebelumnya cosmos4u sudah melakukan konfirmasi dengan Don Yeoman dari NEO tentang kemungkinan tabrakan tersebut, kali ini secara resmi pihak NASA-lah yang mengeluarkan rilis berita tentang kemungkinan tabrakan Apophis serta berita yang sedang beredar tersebut.

Dalam berita sebelumnya, Nico Marquardt, seorang siswa berusia 13 tahun, menyatakan Apophis akan menabrak Bumi dalam perbandingan 1:450. Berita yang beredar juga menyebutkan kalau Nico dan NASA sudah mencapai kesepakatan, bahkan NASA telah mengakui kalau ada kesalahan dalam perhitungan mereka.

Dari kantor Near-Earth Object (NEO) Program di NASA’s Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, Calif, dinyatakan bahwa NEO tidak pernah merubah estimasi yang ada saat ini terhadap kemungkinan tabrakan Apophis. Apophis tetap akan memiliki kemungkinan tabrakan yang rendah dengan Bumi yakni 1 : 45000 di tahun 2036. Bahkan NASA khususnya dari NEO Program menyatakan, para peneliti mereka belum pernah melakukan kontak maupun korespondensi dengan siswa tersebut.

Dalam berita sebelumnya, dinyatakan Nico Marquardt melakukan perhitungan terhadap kemungkinan tabrakan antara asteroid Apophis dengan satelit buatan sepanjang close encounter (pertemuan terdekat) degan Bumi pada tahun 2029.

Sayangnya, pada tahun 2029 saat asteroid Apophis tersebut mendekati Bumi, ia tidak akan melewati area di dekat sabuk utama satelit Geosynchronous. Dengan kata lain, kesempatan terjadinya tabrakan dengan satelit buatan sangat jauh.

Karena itu, pertimbangan skenario kemungkinan tabrakan dengan satelit tetap tidak akan mempengaruhi kemungkinan tabrakan yang sudah diperhitungkan saat ini, yakni satu berbanding 45.000.

NASA, khususnya program NEO, bertugas untuk mendeteksi dan mencari jejak asteroid dan komet yang melintas dekat Bumi. Mereka akan mencari dan menghitung jejak orbit si objek untuk menentukan apakah peristiwa itu berbahaya bagi Bumi atau tidak.

100%GRATIS Bumi Bisa Kiamat Tahun 2029

Asteroid raksasa Apophis akan menuju bumi pada April 2029. Jika jatuh ke bumi, asteroid ini bisa menimbulkan malapetaka besar, bahkan kehancuran global.

Astronomer masih sulit mengetahui ancaman terbesar dari Apophis. Asteroid ini orbitnya akan dibelokkan oleh daya tarik bumi pada 2029.

Pada 2029, asteraid itu diperkirakan akan terlihat dengan mata telanjang di malam hari. Apophis yang ditemukan pada 2004, memiliki ukuran 210 hingga 330 meter atau 690 atau 1080 kaki.

Sebagai perbandingan, asteroid yang memusnahkan dinosaurus 50 juta tahun lalu berukuran 6,2 mil.

Jatuhnya asteroid terakhir berdiameter besar 50 terjadi di Siberia pada 1908. Untungnya jatuh di derah yang tidak berpenghuni di wilayah Rusia. Runtuhan itu menyebabkan rusaknya wilayah sepanjang 800 mil persegi.

"Karena ukurannya lebih besar, kerusakan mungkin lebih besar," kata Nick Kaiser, ilmuwan di University of Hawaii.

Obyek seukuran setengah mil yang menabrak bumi bisa menyebabkan kehancuran global. Tapi hal seperti itu hanya terjadi sekali dalam satu juta tahun.

NASA menghitung, benda seperti itu akan mendekati bumi selama 800 tahun. Ilmuwan mengira akan mendapat secara detail orbit Apophis pada 2013 hingga 2021, saat jaraknya 9 juta mil. Itu akan cukup dekat untuk diawasi dengan radar. (inilah.com)

100%GRATIS PELUANG ASTEROID APOPHIS menabrak Bumi Tahun 2036 Masih Sangat Besar!

Peluang Asteroid Apophis menabrak Bumi tahun 2036 masih sangat besar walapun pihak NASA menyatakan peluang asteroid raksasa tersebut sangatlah kecil hanya 1:250.000. Kalau perbandingannya 1 berbanding 100 miliar mungkin kita bisa bersikap tenang ya. Berarti kalau ramalan mama laurent kiamat 2012 ga jadi, kemungkinan akan diundur ke tahun 2036 :)

Sebagaimana dilansir Kompas, penghuni Bumi bisa sedikit tenang. Setidaknya untuk sementara. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan, asteroid sebesar 269.748 meter kemungkinan kecil akan menabrak Bumi pada tanggal 13 April 2036.

Dari perhitungan NASA, semula peluang asteroid Apophis menabrak Bumi 1:45.000. Kalkulasi NASA pada tahun 2004 ini sempat menimbulkan kepanikan. Namun, setelah para peneliti menghitung dan menganalisis kembali garis edar asteroid kini peluangnya menjadi 1:250.000.

Ahli astronomi di Near Earth Object Program NASA, Steve Chesley, menyatakan, perhitungan yang baru bisa dilakukan setelah posisi Apophis diketahui secara persis. Pada tahun 2029 Apophis diperkirakan akan berada 29.451 kilometer di atas permukaan Bumi.(AP/LUK)

100%GRATIS PELUANG ASTEROID APOPHIS menabrak Bumi Tahun 2036 Masih Sangat Besar!





Peluang Asteroid Apophis menabrak Bumi tahun 2036 masih sangat besar walapun pihak NASA menyatakan peluang asteroid raksasa tersebut sangatlah kecil hanya 1:250.000. Kalau perbandingannya 1 berbanding 100 miliar mungkin kita bisa bersikap tenang ya. Berarti kalau ramalan mama laurent kiamat 2012 ga jadi, kemungkinan akan diundur ke tahun 2036 :)

Sebagaimana dilansir Kompas, penghuni Bumi bisa sedikit tenang. Setidaknya untuk sementara. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan, asteroid sebesar 269.748 meter kemungkinan kecil akan menabrak Bumi pada tanggal 13 April 2036.

Dari perhitungan NASA, semula peluang asteroid Apophis menabrak Bumi 1:45.000. Kalkulasi NASA pada tahun 2004 ini sempat menimbulkan kepanikan. Namun, setelah para peneliti menghitung dan menganalisis kembali garis edar asteroid kini peluangnya menjadi 1:250.000.

Ahli astronomi di Near Earth Object Program NASA, Steve Chesley, menyatakan, perhitungan yang baru bisa dilakukan setelah posisi Apophis diketahui secara persis. Pada tahun 2029 Apophis diperkirakan akan berada 29.451 kilometer di atas permukaan Bumi.(AP/LUK)

Rabu, 23 September 2009

Fakta-Fakta Menarik tentang Matahari

Matahari adalah pusat tata surya kita. Bintang yang satu ini sangat istimewa karena perannya sangat menentukan bagi kehidupan di Bumi. Berikut ini sekilas fakta-fakta menarik tentang matahari :


1. Diameter Matahari sekitar 1.390.000 km. Sementara diameter Bumi sekitar 12.740 km. Nah, bila Bumi dimasukkan dalam Matahari, Matahari bisa menampung sebanyak 109 Bumi. Ngga kebayang kan gedenya seberapa!!!










2. Suhu inti Matahari berkisar dari 15.000.000 derajat Celsius pada inti dalam, sedangkan pada inti luar suhu mencapai 7.000.000 derajat Celsius. Dan suhu pada permukaan matahari ‘hanya’ 6.000 derajat Celsius. Ini juga ngga kebayang gimana panasnya, kita aja di Bumi dengan suhu 35-40 derajat Celcius aja sudah kepanasan.   






3. Lontaran massa korona (CME) tercepat yang teramati manusia terjadi pada 4 Agustus 1974, menjalar dari matahari ke bumi dalam waktu 14,6 jam dengan kecepatan hampir 10.000.000 km/jam.Apa itu koronaKorona adalah bagian terluar dari atmosfer matahari. Korona luasnya beberapa juta mil dan suhunya mencapai 1.000.000 derajat Celcius. Lubang di korona terjadi ketika medan magnet matahari melompat ke angkasa.        



Lubang korona inilah yang memungkinkan terjadinya angin matahari, aliran partikel energi yang menembus ke tata surya. Korona dan kromosfer hanya bisa diamati dengan teleskop khusus yang disebut kronagraf.


 


4. Adakalanya solar flares memanaskan permukaan matahari sampai 80.000.000 derajat Fahrenheit, yang berarti jauh lebih panas dari inti matahari. Solar flares adalah badai magnetik yang terjadi di permukaan matahari.


Awalnya, badai ini terlihat seperti titik yang sangat terang sebelum akhirnya meledak. Solar flares menghasilkan partikel energi yang sangat banyak dan gas dengan suhu tinggi yang dilepaskan ribuan mil dari permukaan matahari.


 


 5. Prominensa (lidah api yang melengkung) bisa mencapai jarak 200.000 hingga 300.000 km pada korona matahari. Prominensa bisa berlangsung beberapa hari. Bila meledak, bisa memberi tambahan energi terhadap angin matahari.



 

6. Antara 10-12 Mei 1999, hampir tidak ada angin matahari. Hal ini menyebabkan magnetosfer bumi mengembang volumenya hingga lebih dari 100 kali.


Apa itu angin matahari? Angin matahari adalah pancaran aliran ion (partikel bermuatan) yang tak terputus oleh lubang korona. Angin matahari terpancar ketika medan magnet matahari melompat ke luar angkasa.


Dalam foto sinar X matahari, lubang korona tampak berwarna hitam dan bisa bertahan beberapa bulan atau tahunan. Angin matahari membutuhkan waktu sekitar 4,5 hari untuk mencapai bumi. Angin matahari menyebabkan ekor komet menjauh dari matahari dan terjadinya aurora di bumi dan planet lain.


 

7. Pada April 1947bintik matahari mencapai ukuran maksimalnya sepanjang sejarah. Ukurannya lebih dari 330 kali luas Bumi.



Apa itu bintik matahari? bintik matahari adalah flek-flek yang berwarna hitam yang berada di kulit terluar matahari. Bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Meski terlihat seperti sebuah titik di matahari, sebenarnya ukurannya sangat besar, bahkan lebih besar daripada bumi. Bahkan ada bintik matahari yang ukurannya 10 kali diameter bumi.


 

8. Pada 13 Maret 1989, wilayah Quebec Kanada mengalami padam listrik total karena badai geomagnetik. Perekonomian Kanada waktu itu mengalami kerugian sebesar US $ 6 Milyar.


 

9. Iklim Bumi menjadi lebih dingin pada tahun 1645-1715. Hal ini disebabkan karena bintik matahari yang siklusnya 11 tahunan tidak teramati.



 

10. Luas permukaan matahari = 11.900 kali luas permukaan bumi.


 

11. Massa matahari = 332,946 kali massa bumi


 

12. Jarak dari bumi adalah 8,31 menit kecepatan cahaya.



 

13. Dalam waktu 1 detik, matahari mengubah 4 juta ton bahan murni menjadi energi murni.

Galaksi Bimasakti Terancam Bertabrakan Dengan Awan Raksasa

Galaksi Bimasakti terancam di Tabrak Awan Raksasa, Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume yang sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bimasakti,tempat tata surya kita bernaung.


Tabrakan dahsyat yang diperkirakan terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api raksasa yang spektakuler sekaligus memusnahkan segala bentuk-bentuk kehidupan.


Objek tersebut diberi nama Awan Smith, diambil dari nama GailSmith, seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat meneliti di Universitas Leiden, Belanda.


Sejak ditemukan, para astronom masih berdebat apakah awan tersebut benar-benar mendekati galaksi Bimasakti atau menjauhinya. Rekaman data yang ada selama ini masih terbatas dan tidak jelas apakah objek tersebut bagian dari kabut Bimasakti atau masih bergerak ke arahnya.


Sejauh ini, para peneliti hanya mendeteksi gas dan tidak ada satupun bintang di dalamnya. Satu-satunya cara melihtanya adalah dengan teleskop radio karena gas dingin tidak memancarkan cahaya, tetapi memantulkan gelombang radio.

Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan.



Dari kepala ke ujung ekornya cukup untuk menyelimuti rasi bintang Orion. Hasil pengamatan baru menggunakan teleskop radio terkendali paling besar di dunia, Teleskop Green Bank (GBT) di Virginia Barat, AS,menunjukkan bahwa objek tersebut bergerak ke arah galaksi Bimasakti.


Bahkan seperti dilaporkan gabungan tim astronom dari Observatorium Astronomi Radio Nasional AS (NRAO) dan Universitas Winconsin Whitewater dalam pertemuan Masyarakat Astronomi Amerika ke-211 di Austin, Texas baru-baru ini, gaya dorongnya telah menyentuh kabut Bimasakti.


“Jika tabrakan terjadi, hal tersebut akan memicu lahirnya formasi bintang-bintang baru. Akan banyak bintang raksasa yang terbentuk, berumur pendek, dan meledak sebagai supernova yang memancarkan cahaya menyilaukan,” ujar Ketua tim peneliti, DR. Felix Lockman, dari NRAO.


Sebab, Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya.


Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti.Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer perdetik dan diperkirakan menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat.


Tabrakan akan terjadi di pinggir piringan Bimasakti yang jarak ke pusatnya hampir sama dengan jarak tata surya kita ke pusat galaksi. Namun, posisinya jauh dari tata surya kita, diperkirakan berjarak 90 derajat terhadap pusat piringan.


“Kami tidak tahu dari mana asalnya, apalagi orbitnya membingungkan, namun kami katakan bahwa ia mulai berinteraksi dengan bagian terluar Bimasakti,” tandas Lockman.

Bencana Yang Mungkin Ada Di Masa Depan

Selain banjir, senjata nuklir, polusi lingkungan, memburuknya iklim,

dan lain sebagainya, menurut laporan majalah Discovery, AS, para

ilmuwan juga memperhitungkan puluhan jenis bencana alam atau ulah

manusia yang bisa mengakibatkan manusia mendekati kepunahan.


Jaman sekarang, setiap saat orang-orang menyebarkan informasi tentang

kepunahan spesies, sehingga kita mulai menyadari bahwa ini bukan sebuah

fenomena perputaran alam yang baik.




Para ilmuwan telah memperkirakan, bahwa rasio kepunahan spesies

organisme sekarang adalah 1.000 kali lipatnya zaman fosil, menurut

statistik bahwa di atas bumi secara aktual terdapat 99% spesies berada

di ujung kepunahan.


Dan pembunuh-pembunuh yang menghancurkan spesies ini, sebagian besar disebabkan aktivitas peradaban manusia saat ini. Aktivitas-aktivitas ini menyebabkan berbagai jenis makhluk hidup di bumi, termasuk manusia sendiri secara perlahan-lahan menuju ke dalam kondisi yang kritis, ada beberapa kondisi yang mungkin dapat dialami dalam gerakan putaran alam.


Mungkin Anda akan menganggap bahwa peringatan di atas hanya imajinasi


sastrawan, namun di bawah pengamatan dan penyelidikan ilmuwan ditemukan bahwa dalam sejarah ratusan juta tahun, di atas bumi berkali-kali

menyisakan bekas-bekas dihancurkan.


Kerak Bumi Berubah Posisi


Ketika professor Charles H.Hapgood sedang mempelajari peta kuno Kutub Selatan, ia pernah mengemukakan hipotesa peralihan kerak bumi (Earth Crust Displacement).


Dalam kondisi tertentu, segenap kerak luar bumi mungkin dapat

menggerakkan posisinya secara menyeluruh, bagaikan selembar kulit jeruk

tak berisi, setelah kendor dan terkelupas, akan menggerakkan segenap

posisinya.



Menurut hipotesa tersebut, kerak bumi setebal 30 mil dapat meluncur di

atas inti bumi yang tebalnya 8 ribu mil, beberapa sarjana AS mengaitkan

hipotesa ini dengan bencana dahsyat di Alaska dan Siberia pada 11 ribu

tahun lampau. Mereka memprediksikan daratan di Kutub Selatan saat ini,

ternyata adalah daerah berjarak sekitar 2 ribu mil sebelah utara Kutub

Selatan.



Dan sebelum adanya peradaban manusia ini, minimal pada 6 ribu tahun

silam, telah terjadi peralihan kerak bumi, segenap kerak bumi


menggerakkan posisi, hingga menggeser daratan Kutub Selatan ke

posisinya saat ini. Ini membuat daratan yang hangat mendadak menjadi

dingin, dan secara perlahan diselimuti dengan es dan salju.


Dan di saat bersamaan, Alaska dan Siberia juga mengarah ke Kutub Utara,

sehingga membuat daratan yang semula hangat dalam sekejab menjadi

dingin “membeku”. Ini secara rasional telah menjelaskan tentang lapisan

tanah beku di utara Siberia, gajah raksasa berbulu panjang yang

ditemukan serta sejumlah besar binatang yang tidak dapat hidup di

daerah dingin, seperti misalnya badak, banteng, kuda, gezelle, srigala,


machairodont (harimau bergigi pedang), singa dan sebagainya, selain itu

juga ada mayat manusia.


Ledakan Sinar Gamma




Sinar Gamma adalah ledakan dengan kekuatan terdahsyat yang sudah diketahui di alam semesta saat ini, dan pengetahuan yang dipahami ilmuwan atas hal ini masih sangat terbatas.

Ilmuwan mendapati, bahwa sinar gamma (Gamma Ray Burst, GRB) yang

berasal dari galaksi luar yang jauh, adalah energi yang dilepaskan

kembali setelah hancurnya 2 bintang tetap, energi pancarannya sangat

kuat dan tak dapat diduga, kurang lebih seribu kali lipatnya matahari.




Sebelum perubahan besar ini terjadi, manusia sama sekali tidak dapat

mengamati perubahan sesudahnya, sehingga dengan demikian juga tidak

tahu bagaimana cara mengantisipasinya.


Jika terjadi, maka meski berada di tempat sejauh seribu tahun cahaya, dan meski pada malam yang biasanya cerah di sebuah tempat yang jauhnya tidak dapat Anda saksikan, ia juga akan terang secara tiba-tiba seperti matahari, kemudian melepaskan energi yang  maha besardan menyinari bumi dengan pancarannya.



Meskipun lapisan atmosfer dapat melindungi kita terhindar dari serangan

sinar Gamma dan sinar -X, namun pancaran-pancaran berenergi tinggi ini

dapat membuat lapisan atmosfer menjadi panas dan menghasilkan

nitrogenoksida, yang dapat secara serius merusak ozonosfer (lapisan

ozon).



Yang lebih parah adalah ini dapat secara langsung mengacaukan proses

fotosintesis plankton di samudera (mereka dapat menyuplai oksigen bagi

atmosfer), merusak ekologi sekaligus juga menghancurkan rantai makanan.


Jarak sinar gamma yang ditemukan saat ini sangat jauh dari kita, meski

pengetahuan yang diketahui ilmuwan atas hal ini sangat terbatas, namun


dapat dibayangkan akibat yang mengerikan seandainya secara tiba-tiba ia

menyinari bumi kita.





Planet Menabrak Bumi



Pada 1908 silam, sebuah meteorit komet setinggi kurang lebih 200 kaki (± 60 m) pernah melintasi lapisan atmosfer, dan mengenai kawasan, Siberia, akibatnya terjadi ledakan di kawasan tersebut.

Menurut perhitungan astronom bahwa peristiwa sejenis akan terjadi

setiap 100-300 tahun. Peristiwa ini, seandainya terjadi di samudera

atau daerah yang jarang penduduknya, yang mana meskipun rasio

kemungkinan manusia terhindar dari bencana ini sedikit lebih besar,

namun ilmuwan mengatakan: terhadap planet besar, tidaklah penting di

mana posisi yang diterjang mereka (planet).


Jika meteorit selebar ½ mil (± 800 m) menabrak bumi (± setiap 250 ribu


tahun) meski tidak sampai menyebabkan kepunahan seluruh umat manusia,

namun cukup memusnahkan pembangunan peradaban umat manusia sekarang.


Sebuah meteorit selebar 5 mil menabrak bumi dapat menimbulkan gempa,

tsunami, letusan gunung berapi, dan mengakibatkan kepunahan yang lebih

dahsyat, sama seperti akhir zaman dinosaurus.




Pada 1994 silam, ilmuwan berhasil mengamati seluruh proses tabrakan

Comet Shoemaker-Levy 9 dengan Jupiter, ini menjelaskan bahwa planet

menabrak bumi bukan tidak mungkin, juga bukan peristiwa mengerikan yang

baru akan terjadi ratusan tahun kemudian.





Lubang Hitam



Sistim galaktik pada umumnya dipenuhi dengan Lubang Hitam (black hole). Menurut prediksi ilmuwan secara garis besar, bahwa dalam sistem galaktik terdapat sekitar satu juta lubang hitam, benda-benda ini beredar sama seperti bintang lainnya.


Seandainya ada sebuah planet sedang akan mendekati kita, hal itu bisa

kita prediksi, tapi jika seandainya itu adalah lubang hitam maka kita

tidak akan mendapat peringatan. Jika sebuah planet yang akan menabrak

bumi, para ilmuwan puluhan tahun silam bisa saja mengamati dan

memprediksikan waktu maupun energinya secara konkret.



Namun lubang hitam tidak akan menabrak atau menghancurkan bumi, akan

tetapi, ia -dengan kekuatan gravitasinya yang luar biasa- dapat

mengacaukan orbit peredaran benda langit, sehingga suhu di bumi akan

mengalami perubahan yang drastis.





Badai Matahari



Selama beberapa tahun terakhir ini, matahari sudah memasuki perubahan periodik medan magnetik yang terjadi setiap 10-11 tahun. Dalam masa demikian, partikel dan pancaran kemungkinan akan menerpa ke bumi dengan kecepatan 1juta km/jam. Dan ancamannya terhadap bumi, adalah suatu hal yang tak dapat diperhitungkan para ilmuwan.Pada April 2001 silam, sebagaimana yang diperkirakan ilmuwan, telah


terjadi ledakan bintik matahari yang dahsyat di permukaannya, dan ini

merupakan salah satu ledakan terbesar yang tercatat selama ini,

untungnya solar Flare (letusan gas matahari) tidak mengarah ke bumi

(lihat pada foto di atas).


Karena itu sebagian besar energi yang dilepaskan letusan protuberan


tidak akan sampai menerjang bumi. Letusan protuberan atau gas matahari

disebabkan ledakan tiba-tiba dari energi magnetik.


Letusan ini dapat menambah kecepatan gerak partikel matahari hingga

mendekati kecepatan cahaya dalam beberapa detik, sekaligus membuat suhu

di permukaan matahari naik hingga jutaan derajat.


Energi yang dilepaskan letusan protuberan bahkan mencapai miliaran ton energi yang dihasilkan ledakan bahan peledak.